Dakocan dan Sarinah, Lambang Dua Gagasan yang Saling Bertolak Belakang
Kulihat ada boneka baru Dari karet amat lucu Dakocan namanya bukan Sarinah Sayang-sayang mahal harganya Dakocan namanya bukan Sarinah Sayang-sayang mahal harganya Bait di atas adalah sebuah lagu anak berjudul Dakocan ciptaan Pak Kasur. Mungkin anak-anak kecil zaman sekarang tidak pernah mendengar lagu tersebut, tetapi saat kecil, Dakocan merupakan salah satu lagu yang sempat saya dengar dan akhirnya menempel di kepala. Belakangan, saya baru tahu bahwa Dakocan dan Sarinah bukan sekadar lirik lagu anak. Bukan sekadar perbandingan. Ada fakta sejarah yang terkandung di dalamnya. Dakocan dan Sarinah adalah lambang dua gagasan yang bertolak belakang. Dakocan adalah nama sejenis boneka plastik berwarna hitam. Boneka tersebut dibuat di Yokohama, Jepang, oleh sebuah perusahaan bernama Tanaka Vynil dan mulai dipasarkan ke seluruh dunia pada 1960. Lalu, apa hubungan Dakocan dengan Sarinah? Yuk, simak artikel ini biar gak penasaran! Dakocan Bentuk Imperialisme Modern Siapa sangka bahwa...