PERSEPSI
Malam itu hujan turun pelan membasahi jalanan kota. Di sebuah gang sempit dekat kawasan pertokoan, seorang pemuda terbaring di pinggir jalan dengan wajah penuh lebam. Jaketnya robek dan darah mengalir dari pelipisnya. Namanya Erigo. Pemuda perantau dari sebuah desa kecil yang datang ke kota untuk mengubah nasibnya. Namun kota tidak selalu ramah. Malam itu ia baru saja menjadi korban pengeroyokan beberapa preman setelah berusaha melindungi seorang pedagang tua yang dipalak. Orang-orang hanya melihat. Tak ada yang berani menolong. Sampai sebuah suara terdengar. "Mas... masih sadar?" Erigo membuka mata perlahan. Di hadapannya berdiri seorang wanita muda dengan payung hitam. Wanita itu berjongkok tanpa peduli hujan yang membasahi sepatunya. Namanya Mira. Tanpa banyak bertanya, Mira membantu Erigo berdiri dan membawanya ke klinik terdekat. Sejak malam itulah kisah mereka dimulai. Hari-hari berikutnya membuat Erigo semakin mengenal kota itu. Kota yang dikenal se...