Puisi "Di Bawah Langit Jakarta" oleh Seno Gumira Ajidarma
Di bawah langit Jakarta Kota ini tak pernah tidur Seperti air yang terus mengalir Tanpa henti, tanpa henti Lampu-lampu neon berkilau Menyinari wajah yang lelah Dan langkah-langkah yang terburu-buru Menapaki trotoar yang tak pernah selesai Kita adalah pendatang Di kota yang penuh kontradiksi Mencari hidup di antara debu Menyusuri jalan yang tak pernah selesai Namun, di balik segala keramaian Masih ada secercah harapan Di mata yang penuh gelisah Ada sebuah mimpi yang terus mengalir.