KEGADUHAN DIMANA-MANA MELANDA INDONESIA DAN APAKAH ADA KAIATANYA DENGAN KONSPIRASI?

 



Akhir-akhir ini banyak sekali bencana/keadaan/maalah yang muncul secara berdekatan atau secara bersamaan seakan-akan ada yang mengatur ini semua tapi tak ada yang menyadarinya karena terlihat seperti persoalan biasa saja.  Masalah covid-19 yang melanda belum usai tapi masalah lain sudah banyak bermunculan. Beberapa waktu lalu GAM melakukan aksi atau merayakan milad GAM di Aceh dan mengibarkan bendera GAM. Gerakan Aceh Merdeka, atau GAM (bahasa Aceh: Geurakan Acèh Meurdèka) adalah sebuah organisasi separatis yang memiliki tujuan supaya Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF). GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade bermukim di Swedia dan berkewarganegaraan Swedia. Pada tanggal 2 Juni 2010, ia memperoleh status kewarganegaraan Indonesia, tepat sehari sebelum ia meninggal dunia di Banda Aceh (wikipedia)

Di Papua Barat muncul pernyataan deklarasi kemerdekaan yang dinyatakan oleh Deny Wenda yang mengemparkan Indonesia. Selain itu, masalah tesebut terdengar hingga ke manca negara. Selain penyataan dari Deny Wenda,  di beberapa tempar mahasiswa atau aliansi mahasiswa Papua menuntut pengakuan kemerdekaan terhadap Papua. ”Bangsa West Papua telah mendeklarasikan kemerdekaan pada 1 Desember 1961. Namun Pemerintah Republik Indonesia tidak mengakuinya,” ujar Rubi dalam keterangan tertulisnya (JawaPos.com)

Selain dua hal tersebut yang menjadi sorotan penting public ialah kasus HRS yang begitu panjang yang menyebabkan nama FPI ikut terbawa. Pecan terakhir ini dikabarkan ada 6 pengikut HSB atau anggota FPI yang ditembak mati oleh kepolisian.      Kejadian berawal dari penyerangan yang dilakukan oleh Anggota FPI terhadap kepolisian. Polisi menyebut enam orang anggota laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) tewas ditembak petugas Polda Metro Jaya lantaran melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang melakukan penyelidikan terkait Habib Rizieq Shihab, pada Senin 7 Desember 2020 dini hari.(prfmnews.pikiran-rakyat.com). Hal tersebut tentu aja berpengaruh terhadapa perdamaiyan NKR yang memiliki seribu warna.

Apakah ada pihak yang bermain di balik semua ini? Ini masih akan menjadi misteri hingga pihak berwajib bisa mengungkap semuanya.