HARGA BITCOIN TURUN DAN BEBERAPA CRYPTO LAINNYA IKUT MEROSOT APA PENYEBABNYA?


Bitcoin sebagai mata uang crypto tertua atau pertama pada awal bulan ini kembali mengalami penurunan yang cukup tajam. Tidak hanya itu, Crypto lainnya tidak luput dari penurunan harga hingga puluhan porsen. Hal tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya dan ada juga yang mengeluh akibat hal tersebut. Para investor dan Trader banyak  yang bercurhat ke beberapa sosial media akan hal tersebut dan ada juga yang bertanya ‘apakah mereka harus clous atau tetap bertahan’ Keluhan-keluhan tersebut terlihat di beberapa media sosial, misalnya di group Facebook Crypto Indonesia. Pada sebuah postingan akun sosial media, user yang dirahasiakan namanya mengaku los 20 juta pada awal bulan ini

Berikut beberapa cripto yang harganya ambles awal bulan ini.

bitcoin merosot 2,02%  dengan harga US$ 48.679/koin atau Rp 694.405.935/koin padahal kemarin sempat menembus US$ 52.000,

cardano melemah 1,29% ke US$ 2,93/koin (Rp 41.796/koin),

binance coin ambles 3,83% ke US$ 479,42/koin (Rp 6.838.926/koin),

dogecoin ambruk 4% ke US$ 0,2916/koin (Rp 4.160/koin), dan

polkadot ambrol 3,19% ke US$ 31,48/koin (Rp 449.062/koin).

litecoin turun hingga 17% dari 3 juta/coin ke 2,480 juta/coin. pada 07/09/2021 lalu.

 

Apa penyebab runtuhnya beberapa Crypto tersebut?

Pertanyaan ini sangat penting utuk dicari tahu. Seperti yang telah kita ketahui, ambruknya crypto pada beberapa bulan lalu yang disebabkan oleh cuitan seorang seo dari perusahaan otomotif ternama yakni Elon Musk yang tidak ingin mengunakan bitcoin lagi dan mendukung Doge Coin. Setelah beberapa bulan dari peristiwa tersebut, Bitcoin dan Crypto lainnya kembali bangkit dan naik secara perlahan hingga beberapa hari lalu kembali melemah hingga puluhan porsen untuk beberapa koin.

 

Beberapa analis memperkirakan bitcoin akan menguat terbatas karena mulai memasuki periode pelemah musiman. Tingkat return bitcoin biasanya negatif pada September. Namun, pengembalian di bulan November cenderung relatif tinggi.

"Bitcoin saat ini masih berada di atas level moving average (MA) 50 hari dan 200 hari yang menunjukkan bahwa tren positif di bitcoin masih ada, namun pergerakannya cenderung mulai melambat," kata Lukas Enzersdorfer-Konrad, chief product officer di Bitpanda, kepada CoinDesk.

Tak hanya di pasar saham saja, masa 'kelam' di bulan September juga terjadi di pasar kripto, di mana secara historis, pergerakan kripto termasuk bitcoin juga melambat pada bulan September.

"Bulan September tampaknya menjadi satu-satunya bulan di mana bitcoin mengalami return yang negatif," kata perusahaan investasi FundStrat, dikutip dari CoinDesk.

Sementara itu, pangsa pasar bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto (rasio dominasi) turun menuju 40%. Bitcoin telah kehilangan kekuatannya, tergeser oleh altcoin dalam hal pangsa pasar dan tingkat return-nya selama dua bulan terakhir.