Hero Natan, Sebuah Cerita Hero Mobile Legends #KISAH HERO NATAN
Land of Dawn terlahir dari kehampaan, dan akan kembali pada kehampaan.
Beberapa abad ini, segel yang menahan Lord of
the Abyss semakin melemah, sehingga retakan di Abyss bertambah besar
setiap tahunnya. Saking besarnya retakan tersebut, semua barisan umat manusia
yang tinggal di Lantis
Mountains mulai dievakuasi, berpindah ke utara untuk mencari tempat yang lebih
aman.
Retakan Abyss merupakan sebuah tanda dari
kebangkitan Lord of The Abyss, dan saat pemimpin
kegelapan tersebut tiba, dunia pasti akan dilanda kegelapan abadi. Umat manusia
mulai mengerti bahwa hal tersebut merupakan pertanda kiamat telah datang. Akan
tetapi, ketika semua orang mulai kehilangan harapannya, tiba - tiba secercah
cahaya muncul, memberikan perlindungan bagi Moniyan
Empire, yang merupakan tembok pertahanan inti umat manusia.
Semua orang melihat ke arah langit, mencari - cari sumber cahaya tersebut.
Banyak orang percaya bahwa cahaya tersebut merupakan tanda pertolongan
dari Lord of Light. Semangat umat
manusia pun langsung membara. Dengan segenap kekuatan yang tersisa, mereka
akhirnya maju mempertaruhkan nyawa melawan kegelapan yang kini semakin kuat.
Peperangan antara cahaya dan kegelapan akhirnya dimulai, intesitasnya yang
tidak pernah menurun selama ribuan tahun setelahnya membuat perang tersebut
dikenal dengan nama Endless
War, yang bermakna perang tanpa akhir.
Natan terlahir di era perang ini. Saat dia bertumbuh besar di Euriditio,
Natan membuktikan bahwa dia memiliki bakat alami di bidang sains dan sihir, dia
bahkan dapat mencapai tingkat yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia biasa.
Umat manusia semakin lemah, sementara kaum iblis semakin ganas. Endless
War kini mulai menuju ke fase akhir, dimana umat manusia nampaknya sedang
berada di ujung kekalahan.
Beban tersebut sangat dirasakan oleh penduduk Euriditio, yang merupakan
harapan terakhir umat manusia. Setelah Moniyan
Empire tenggelam dalam kegelapan beberapa tahun sebelumnya, kini tinggal
Euriditio yang masih berjuang.
Kota yang dijuluki sebagai sarangnya para ilmuwan ini memang telah dikenal
sebagai puncak pengetahuan manusia, dan hal tersebut yang menjadi alasan
mengapa Moniyan Empire memilih untuk
mengorbankan dirinya terlebih dahulu, agar mereka dapat mengulur waktu bagi para
ilmuwan di Euriditio untuk membalaskan kekalahan mereka. Natan merupakan salah
satu anggota ilmuwan tersebut, yang telah mengemban tugas untuk menyelamatkan
dunia sejak muda.
Di masa remajanya, Natan telah menjadi tumpuan Euriditio, berpartisipasi dalam
berbagai proyek penelitian yang penting. Bahkan, dia telah menjadi pemimpin
resmi Euriditio di usianya yang ke 28, berkat pencapaiannya yang luar biasa.
Bersama dengan rakyatnya, Natan selalu mencari cara untuk menyelamatkan dunia.
Pada saat itu, Abyss telah memperoleh
sebagian besar Twilight
Orb. Jika seluruh Twilight
Orb jatuh ke tangan Lord of
the Abyss, maka kekacauan akan datang ke dunia, menelan seluruh cahaya yang kini
masih tersisa. Natan dan yang lainnya mulai sadar bahwa mereka sekarang telah
kehabisan waktu. Dengan menggabungkan seluruh kekuatan seluruh Euriditio
dan Magic Academy, mereka berusaha
sekuat tenaga untuk mencari cara demi membalikkan keadaan dan menghindari
kekacauan yang akan terjadi.
Senjata - senjata yang sangat kuat berhasil diciptakan. Akan tetapi, umat
manusia tetap tidak berdaya ketika menghadapi serangan iblis dengan Twilight
Orb mereka. Rencana untuk menghentikan Lord of
the Abyss bukan lagi sebuah harapan, melainkan sebuah bencana, menjatuhkan umat
manusia ke dalam keputusasaan yang semakin dalam.
Berulang kali menemui kegagalan, Natan terus memulai projek baru yang
lainnya, hingga akhirnya dia terpikir sebuah ide, yaitu penciptaan sebuah mesin
waktu.
Ide ini adalah imajinasi yang gila, sebuah ide yang sepertinya mendatangkan
lebih banyak masalah daripada solusi. Bagaimana cara untuk melewati waktu?
Bahkan jika berhasil dilakukan, bagaimana cara mengetahui masa apa yang harus
dituju? Dan terlebih lagi, apakah mengganti masa lalu akan mengganti masa depan
juga?
Namun bagaimanapun juga, nasib umat manusia kini telah berada di ujung
tanduk. Harapan sekecil apapun pasti akan sangat membantu, tak peduli apakah
harapan tersebut merupakan sebuah imajinasi yang gila sekalipun.
Mendengar hal tersebut, seluruh penjuru Euriditio langsung mengesampingkan
berbagai penelitiannya dan mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk mencari cara
menjelajahi waktu. Setiap harinya, Natan dan teman - temannya berjuang keras
tanpa henti, dengan harapan bahwa cara ini merupakan solusi terakhir untuk
melawan balik kekuatan Abyss yang kini
semakin merajalela.
Usaha mereka yang sangat keras akhirnya membuahkan hasil. Natan dan
peneliti lainnya berhasil menciptakan sebuah alat yang dapat melengkungkan
waktu. Mereka masih terus melanjutkan penelitian mereka untuk mengurangi dampak
yang mungkin akan terjadi. Akan tetapi, sebuah masalah baru mulai datang,
mereka tidak tahu bagaimana cara menemukan sumber daya yang besar untuk
menghidupkan mesin tersebut.
Sebenarnya, sumber daya yang besar dapat ditemui di salah satu tempat dari
empat penjuru Land of Dawn, namun mereka harus
menembus ke dalam wilayah Abyss untuk sampai ke
tempat tersebut. Sementara itu, kekuatan umat manusia kini juga telah semakin
melemah, pasukan tempur yang tersisa pasti tidak akan dapat menyelesaikan misi
tersebut.
Akan tetapi, Natan tidak diam begitu saja, dengan suaranya yang lantang,
dia membakar semangat umat manusia untuk membantunya menghidupkan mesin waktu
tersebut. Awalnya, mereka semua ragu, namun mendengar suara Natan yang semakin
menggebu - gebu, akhirnya semangat mereka mulai bangkit untuk sekali lagi.
Dengan seluruh pasukan tempur yang masih tersisa, dibantu dengan para warga
Euriditio, Natan akhirnya mulai masuk ke wilayah Abyss untuk mencari
sumber daya bagi mesin waktunya tersebut.
Nasib seluruh umat manusia yang tersisa benar - benar dipertaruhkan dalam
perang tersebut. Pelan namun pasti, mereka terus maju menggempur wilayah Abyss dengan penuh
semangat.
Seluruh usaha mereka akhirnya sampai di titik akhir, Natan dengan kelompok
kecil yang masih tersisa akhirnya sampai di tempat yang dituju. Dengan cepat,
Natan langsung berfokus untuk menghidupkan mesin waktunya, sementara yang lain
mencoba melindunginya dari serangan balik Abyss.
Mendengar suara mesin waktu yang menyala, indra Lord of
the Abyss mulai merasakan adanya ancaman, dengan cepat ia pun langsung pergi ke
tempat Natan berada, dan mulai menyapu bersih seluruh pasukan umat manusia yang
masih tersisa.
Di detik - detik terakhirnya, saat Lord of
the Abyss mulai melancarkan serangan, Natan dengan sekejap langsung menghilang,
tertelan dalam sebuah lingkaran waktu yang kini membawanya ke masa lalu seperti
yang telah ia rencanakan. Perjalanan waktu Natan akhirnya berhasil, namun
akankah ia juga berhasil mengubah nasib umat manusia dengan merubah masa
lalu?
UNGKAPAN NATAN
It is in despair that I see the fondest
hopes
Dalam keputusasaan, aku melihat sebuah harapan
Every time is the perfect time
Setiap waktu adalah waktu yang tepat
For all the memories that Euriditio bears
Untuk seluruh kenangan Euriditio
I don't pray the miracles. I make them
Aku tidak mengharapkan keajaiban. Aku membuatnya
Our perception is our reality
Persepsi kita adalah kenyataan bagi kita sendiri
For every end, there is a start
Dalam setiap akhir, pasti akan ada awal
There is no past, no future, only now
Tidak ada masa lalu, masa depan, yang ada hanyalah sekarang
You are all repeating yourselves
Kamu semua mengulangi dirimu sendiri
By giving meaning to time, we give meaning
to live
Dengan memberi makna pada waktu, kita memberi makna pada kehidupan
For tomorrow sunrise, for yesterday
starlight
Matahari terbit untuk hari esok, cahaya bintang yang indah untuk hari
kemarin
We are meant for more
Kita ditakdirkan untuk lebih
Against the dying of the light
Melawan cahaya yang telah redup
This is alone journey
Ini adalah perjalananku sendiri
What goes around comes around
Apa yang terjadi, maka terjadilah
Ultimate:
The loop starts!
Perputaran waktu dimulai!
Death/Mati:
This isn't right
Ini tidak benar
