PANTAI TAMAN PANDA DIPENUHI SAMPAH, MASA DEPAN PANTAI DI SELAT BIMA DAN MASA DEPAN WISATA PANTAI SELAT BIMA

#SAVEPANTAISELATBIMA

Uma Lengge Taman Panda

Halo teman Blog, kali ini saya mengunjungi destinasi wisata yang bisa dikatakan baru di Kabupaten Bima, yaitu Taman Panda. Wilayah ini merupakan destinasi pinggir pantai yang cukup populer di Bima karena selain Taman Panda, destinasi Pantai Kalaki lebih dulu hadir dan banyak diminati oleh pengunjung pada hari tertentu. Pantai Kalaki dan di sekitarnya bisa digunakan untuk joging bagi Anda yang suka berolahraga atau hanya sekedar menghabiskan senja bersama dengan matahari sore yang menyejukkan hati dan mata (bagi yang beruntung). Jika kita begeser ke arah kota, kita akan menemukan destinasi taman Batas Kota atau Asa Kota. Taman batas kota/Asa Kota sudah tidak rame dikunjungi lagi karena telah banyak destinasi pingir pantai yang terus populeh karena suasanannya. Lenjut beberapa menit ke arah kota, kita bisa menemukan destinasi pariwisata Pantai Lawata. Destinasi Pantai Lawata  bukanlah destinasi baru melainkan destinsi yang sudah lama ada dan destinasi ini semakin populer dengan hadirnya satu kafe baru di dalamnya yakni “FIX”. Dan destinasi wisata terakhir di pinggi pantai di lintasan ini ialah Taman Ama Hami (yang ada masjid terapunya).

Masjid Terapung Taman Amahami





Matahari Terbenam di Selat Bima


Dari sederet destinasi wisata pinggir pantai yang ada di sepajang jalan mula dari sebelum pantai Kalaki hingga Taman Amahami, Taman Panda lah destinasi wisata yang akan dibahas kali ini.  Taman Panda juga sering dijuluki sebagai “ncai bou” yang berarti “jalan baru” dimana jalan ini memang baru dibuat dan baru digunakan pada beberapa tahun lalu.  Selain jalan yang baru pemandangan baru membuat tempat tersebut diminati oleh wisatawan terutama pada sore hari dan malam minggu. Pada sore hari wisatawan bisa menikmati indahnya matahari sore atau matahari terbenam atau istilah kekiniannya sunset.

Apa yang bisa kamu nikmati di Taman Panda? Makanan sekaligus minuman populer pingir pantai ialah kelapa muda. Di tempat ini kamu bisa menikmati kelapa muda baik disajikan menjadi es kelapa muda atau kelapa muda original. Harganya cukup bersahabat yakni mulai dari 10 ribu hingga 15 ribu saja. Cukup murah bukan? Yang kedua ialah aneka minuman shasetan, mulai dari kopi dan susu hingga minuman yang manis-manis seperti marimas dan nutri sari. Selain minuman shasetan minuman bersoda juga ada dan air mineral tentunya ada dong. Satu hal lagi, jika kamu lapar kamu bisa menikmati berbagai masakan ikan yang ada di warung sebelah barat uma lengge yang ada di sisi selatan jalan ya. Jika kamu makan di tempat ini biasanya dihitung paketan ya, misalnya kamu beli ikan sekilo dengan harga 75 ribu itu udah termasuk dengan nasih dan lalapannya. Jika kamu ingin makanan lainnya kamu bisa temukan di sisi timur uma lengge atau menuju jalan lama yakni di sebelah timur jalan baru panda.

Uma Lengge pada sore hari







Apasih yang kurang dari tempat ini?

Di atas kita udah bahas yang bagus-bagusnya dan yang enak-enaknya nih. Ngomongin kekurangan pasti setiap hal ada kekurangannya, tapi saya rasa ini perlu agar setiap orang yang baca artikel ini tau khususnya orang Bima dan pemerintah Kab. Bima. Saya adalah orang asli Bima tapi tahu ini adalah petama kali saya merasakan ke Taman Panda dan jika kamu seorang pencita alam dan kamu seorang yang suka kebersihan serta ketenangan maka kamu akan menangis membaca dan melihat ini. Pada beberapa hari lalu pada saat orang-orang sedang asik berkampanye dengan partai masing-masing, saya melakukan wisata ke tempat tersebut dan hari ini tanggal 27 Oktober 2020 aku menuliskanya dan berharap ini akan sampai kepada pemimpin Bima yang sekarang maupun yang akan datang.

Aku tidak tahu bagaimana pemerintah Kabupaten Bima membangun Wisata Taman Panda ini pada masa lampau dan sekarang seperti taman tanpa pemilik meskipun banyak yang mengunjunginnya. Saya tidak tahu suapa yang salah, saya kah, penjualkah atau pemerinta yang masa bodoh dengan Bumi/tanah moyangku ini dan ekosistem laut. Saya menemukan banyak sampah di pinggir pantai dan sampah itu merupakan sampah yang sengaja dibuang. Sampah yang paling banyak ialah sampah platik minuman, kardus, dan kulit dan batok kelapa muda. Ingin rasanya saya memungutnya namu itu tidak akan habis dalam sehari dan sekalipun saya pungut maka akan kemana saya haru bawa sampah itu.

saya pernah mewawancarai beberapa orang yang lumayan sering ke Taman Panda

"saya sering kesini, tempatnya asih dan menyejukkan" katanya saat ditanya mengenai tempat ini kemudian saya lanjut bertanya "apakah Mbak tidak risih akan sesuatu di tempat ini?" ia berpikir sejenak mungkin mencerna maksud pertanyaan dari saya kemudian menjawab "hmmmm, iya sih saya memang risih dan sanggat risih dengan keadaan ini, terlihat banyak sampah dan hal ini membuat saya sedikit tidak ingin ke sini karena pemandangan indah sekaakan-akan bisa berubah menjadi buruk"

"Apa solusi dari hal ini menurut Anda?"

"saya tidak tahu ini salah siapa ya, jika memang ini salah pemerintah yang kurang dalam memberikan penyuluhan  maka saya harap pemerintah segera mengambil tindakan dan jika yang bersalah adalah penjual dan pengunjung maka saya harap kesadaran ajah sih dari masing-masing pihak dan pemerintah kencangin lagi sosialisasinya, gitu sih"

 

“kepada teman-teman wisatawan baik yang lokal maupun mancanegara, tolong buanglah sampah pada tempatnya, karena sampah bukanlah mantan yang bisa berjalan sendiri”


 

Saya persembahkan satu puisi untuk pemerintah Kab. Bima

Direnggut

Nyanyianmu

Nyanyianmu merakyat

Puisimu

Puisi merakyat

Janjimu

Untuk rakyat

Katamu

Untuk rakyat

 

Menang

Menjadi angkuh

Janji

Lupakan

Menang

Ya menang

Pemimpin

Kami kecewa




BEBERAPA FOTO SAMPAH YANG SAYA AMBI DI PINGGIR PANTAI DI SEKITAR UMA LENGGE TAMAN PANDA

Sampah paltik, kayu, dan kardus/kertas


Sampah Batok Kelapa


sampah kardus, plastik, dan batok kelapa


sampah berserahkan dimana-mana