LION AIR KEMBALI BERULAH DAN COSTUMBER RUGI RATUSAN RIBU?
![]() |
| PEMBERITAHUAN DI EMAIL |
![]() |
| Notif dari Aplikasi selama pemesanan tiket |
Kamis-sabtu, 20-21 Mai 2020 saya memesan tiket untuk
ke NTB melalui Traveloka untuk tanggal keberangkatannya ialah tanggal 2 Juni
2020. Artinya dari tanggal pembelian hingga H-1 keberangkatan berjarak kurang
lebih 11 hari. Corona membuat saya tidak bisa ngapa-ngapain selain bermain
handphone dan laptop. Maka adari itu, saya selalu mengecek setiap 1x24 jam tiket
saya di aplikasi demi memastikan penerbangan saya aman dan tidak ada perubahan.
Selain saya, teman saya juga mengecek penerbangan karena ada salah satu teman
saya juga yang ingin melakukan penerbangan dalam waktu dekata dengan jarak
beberapa hari dari penerbangan saya. Pada saat itu saya belum tahu kelengkapan
surat persyaratan keberangkatan yang meliputi surat pengantar hingga surat
bebas Covid atau rapid tes. H-4 hari keberangkatan saya mendapatkan notif dari
Traveloka bahwa saya harus melengkapi surat-surat tersebut. Akan tetapi, saya
belum bisa mengikuti test di kampus dan mengambil surat pengantar dari kampus
karena ada kegiatan pada pagi harinnya selama dua hari dan kampusku hanya
membuka layanan pagi sampai siang tidak termasuk tanggal merah. Akhirnya saya mremutuskan
untuk Rescedule tiket/penerbangan namun tidak bisa, katanya “penerbangan tidak
ditemukan” padahal dipencarian penerbangan regular bukan di reschedule ada
penerbangan menuju NTB pada tanggal 3 Juli 2020 dan tanggal di atasnya.
Selama dua Hari Berturut-turut saya mencoba untuk
reschecule namun tetap tidak bisa dan dikarenakan pada hari minggu kampus saya tidak
ada pelayanan dan hari seninya merupakan tanggal merah sehingga saya tidak
mungkin mengambil surat bebas covid-19 atau melaksanakan rapid tes dan
mengambil surat pengantar dari kampus
yang sudah di setujui oleh kampus. Saya memutuskan untuk melsayakan rapid tes dan
mengambil surat pengantar di rumah sakit JIH Yogyakarta pada sabtu, 30 Mei 2020
dengan biaya 480.000 rupiah. Pada saat itu saya hanya memiliki uang 400.000
rupiah dan akhirnya saya meminjam 100.000 rupiah ke teman saya. Keterangan bebas
covid dan surat pengantar sudah saya dapatkan meskipun harus bayar mahal.
Saya hutang 100.000 dan uang di kantong sudah sanggat
kosong, selama dua hari saya hanya makan uang sisa pinjaman dari teman tadi. Dua
hari sebelum keberangkatan saya masih terus mengecek 2x dalam 24 jam dan
berusaha melakukan reschecule tapi tetep tidak bisa. Akhirnya pada Selasa 02
Juni 2020 jam 03:30 saya berangkat ke Badara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo dengan waktu yang
ditempuh 1.30 jam dengan kecepatan 40-60 kam/jam. Stelah sampai saya mengantri
di deretan orang yang menuju ke Balikpapan dan hampir tidak ada yang menuju
Denpasar. Saya mulai bertanya dalam hari kenapa banyak sekali yang ke
Balikpapan dan yang ke Denpasar hampir tidak ada serta kenapa petugas hanya
menannyakan yang berangkat Balikpapan tidak ada sekalipun yang menanyakan yang
ke Denpasar padahal jam keberangkatannya
sama. Antrian masih Panjang, akhirnya saya memangil petugas di sana dan sebelum
saya mulai bertanya petugas itu lansung ditanya oleh yang lain dan petugas itu tidak
menghampiriku atau melirikku Kembali setelah itu. Setelah antri Panjang yang
memakan waktu kurang lebih 2 jam lamanya saya sampai ke tes dan pendataan oleh Gugus Tugas. Sebelum diperiksa tiketku dilihat oleh
petugas dan dia bilang penerbangan Denpasar tidak ada dan saya disuruh ke CS
Lion Air.
Saya bergegas ke CS Lion Air dan saya menanyakan ke
mereka apa yang sebenarnya terjadi. Mereka menjawab “kami tidak ada penerbangan
ke NTB hari ini dan besok juga di laporan juga tidak ada penerbangan ke sana. Saya
menjawab “Loh, giaman si Mbak, saya sudah pesan tiket jauh-jauh hari kok malah
gak jadi berangkat dan tidak ada notif bahawa gak jadi keberangkatan?” kemudian
dia menjelaskan lagi bahwa pihak Lion sudah menginformasikan ke Traveloka bahwa
mereka membatalkan penerbangannya dan tidak menjual tiketnya lagi serta dia
bialng bahwa baru saya saja yang melsayakan complain dari belasan orang.
Setelah semenit kemudian datang dua orang melsayakan complain dengan tiket penerbangan
yang sama. Mereka melsayakan pengecekkan padahal sudah jelas tidak ada
penerbangan dan kenapa harus di cek kan bisa langsung dijelaskan. Setelah itu,
mereka hanya menjelaskan ke pelanggan tersebut bahwa pesawatnya tidak jadi
terbang ke sana dan menyuruh untuk melsayakan refund untuk jalan satu-satunya.
Lanjut ke pembahasanku, saya bilang ke CS-nya “kenapa
tiketnya dijual kalau tidak ada penerbanga. Csnya menjawab “kami memang sempat
membuka penerbangan tersebut tapi kami sudah mentup penjualannya karena dari
pihak di sana belum menentukan jenis penerbangannya” saya kemudian mebantah “ini
masalahnya tiketnya masih dijual hinga tadi pagi lalu bagaimana tanggung
jawabnya Anda tahu sendiri keberangakatan sekarang sanggat susah harus punya
surat pengantar dan melalui tes rapid tes dari medis yang memakan biaya yang
tidak sedikit” saya lupa dia menjawab apa di situ dan dia hanya menyarakankan
saya untuk melsayaakan refund untuk jalan satu-satunya. Saya melihat cara dia
mejawab sepertinya dia tidak tahu hal ini dan dia hanya menjawab asal jawab.
Karena saya terlalu lelah dan letih yang disebabkan
oleh belum tidur dan perjalanan yang jauh serta lelah mengantri. Saya menelpon
temanku utuk menjemputku yang baru saja saja sampai di Kota Yogyakarta dan dia
bilang “saya OTW 20 menit lagi karena saya baru sampai dan baru saja duduk (dalam
Bahasa daerah)” saya menunggunya di masjid dan hampir saja tertidur di sana. Akhirnya
saya pulang dan melsayakan refund dan sekarang masih dalam proses.
Kesimpulan
Andai dari dua pihak tersebut ada notif ke saya saya
tidak akan kehilangan uang 480 ribu dan tidak perlu capek ke YIA dan tidak
perlu membuang-buang waktu saya. Pembatalan yang dilakukan kemungkinan karena penumpangnya sedikit. Saya tidak tahu siapa yang salah.
![]() |
| Permohonan Surat Pengantar ke Kampus yang sudah disetujui |
![]() |
| tiket masih dijual hingga tanggal 2 Juni jam 7 |
![]() |
| Rapid Tes dan surat penggantar dari JIH dengan biaya Rp480.000 rupiah |




