GUNUNG API PURBA NGLAGGRAN "Makin Sempit Makin Asik"
![]() |
| POS SATU |
Poin satu “Apa Aitu Gunung Api Purba”
Halo sahabat IGoBlog, kali ini mimin akan berbagi info
menarik terkait destinasi wisata. Destinasi wisata yang akan kita bahas kali
ini ialah Gunung Api Purba yang ada di Gununng Kidul, daerah Istimewa
Yogyakarta. Bagi teman-teman yang belum pernah kesana pasti bertanya-tanya apa
dan bagaiamana gunung tersebut. Berikut ini
alamat Gunung Api purba yakni Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul Regency,
Special Region of Yogyakarta dengan kode pos 55862.
“Gunung Api Purba memiliki ketinggian 700 meter dari permukaan laut (https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Nglanggeran). Gunung Api Purba sudah dibuka sebagai destinasi wisata sekitar tahun 1999, namun baru popular
sekitar tahun 20009. Gunung Api Purba bukan merupakan nama awal dari
gunung ini, mas, gunung ini sebelum dinamai
Gunung Api Purba, dulu nama Gunung
Nglaggeran, namun karena adanya penelitian yang menunjukan bahwa gunung ini
adalah gunung api purba yang tidak memiliki larva lagi makananya dinamakan
Gunung Api Purba. Katanya sih, bebatuan yang ada itu merupakan cairan larva
yang yang membeku” (kata salah satu petugas yang berjaga di sana).Poin ke dua “Ada Apa Saja Di Gunung Api Purba”
Pos satu dan sebelum pos SatuOk, pada poin ini seperti sub judul maka mimin akan membahas Spot, keadaan,
dan pemandangan di sana serta pengalaman mimin mendaki gunung ini. Dari kejauhan sebelmum sampai pos gunungnya
sudah terlihat jelas bahwa itu gunung dengan bebatuan. Saat memasuki destinasi
kita bisa lihat dinding bebatuan yang bi
temboknya ada perkakas jaman purba dan sejenis hewan yang sedang dipanggang (terbuat
dari semen dan batu). Setelah itu ada terowongan bebatuan pertama dan ada
sebuah fosil hewan purba di bebatuan yang menyerupai kura-kura dan di sisi
selatan (kalo gak sala arah) ada gambar fosil dinosaurus, sepertinya terbuat dari
sement, kemudian naik beberapa puluh
meter ada spot foto sarang burung raksasa yang terbuat dari ranting dan kawat
sebagai penyanggahnya dan dari sini kita sudah bisa menikmati pemandangan yang
lumayan bagus namun belum bisa melihat banyak sisi.untuk informasi di gunung tersebut memiliki dua pos. sebelum sampai ke
pos satu kita harus melewati tanjakan dan disampingnya penuh dengan dinding
bebatuan serta semak-semak dan pepohonan. Salah satu bagian yang sanggat
ekstrim sebelum sampai pos satu ialah terdapat jalan yang diapit oleh dua
dinding bebatuan yang lebarnya tidak sampai satu meter, ya cukuplah untuk badan
dengan tinggi 165 dan berat 60 kg heheheh. Setelah itu baru sampai post 1.
![]() |
| Sarang Burung Raksasa |
Pos satu
Di pos satu teman-teman bisa menikmati pemandanganyang cukup luar dan
menikmati hajaunya gunung tersebut. Di pos satu teman-teman belum bisa
menikmati matahari terbit namun jika sore teman-teman sudah bisa menikmati
matahari terbenam. Di pos satu dipenuhi dengan bebatuan dan terdapat satu zoglo
yang bisa dipergunakan untuk istrhat dan di gunung tersebut dilarang menyalakan
api unggun ya. Bagi teman-teman yang ingin berkunjung dan bermain di pos satu berhati-hatilah
saat bermain di tepian karena jurangnya sanggat dalam dan dipenuhi bebatuan. Mimin
gak bisa bayangin kalo jatuh.
Menuju Pos Dua
Ini adalah pendakian pertamaku di gunung tersebut, jadi mimin gak tahu
menahu terkait jalur, mimin hanya mengikuti papan petunjuk. Di depan mimin ada dua
jalur yang menuju ke puncak alias pos dua, yakni ke kiri dan ke kana. Apakah kamu
tahu mimin ambil mana? Yap, mimin ambil kanan karena tertulis “jalur
arternatif menuju puncak” beberapa
menit kemudian mimin terkejut, di depan mimin ada jalur yang lebih parah
daripada penyempitan sebelum Pos Satu, Namanya Lorong Sumpitan Dua. di
bawahnya terdapat tulisan “makin sempit makin
asik” Lorong tersebut merupakan jalur yang diapit oleh dua dinding bebatuan
dengan lebar jalur kurang lebih setengah meter dengan Panjang dua sampai tiga
kali Lorong Sumpitan satu sebelum
pos satu. Ok mimin laluai jalur ini dengan was-was dan hati-hati karena
dindingnya licin dan tinggi serta sanggat sempit. Setelah melalui jalur ini
tidak ada hal menari melainkan ada bebatuan seperti di pos satu, kemudian benuh
dengan pepohonan seperti gunung yang sangat terjaga.
Beberapa saat kemudian di hadapan mimin terdapat papan informasi atau
petunjuk arah, dimana disitu tertulis arah ke mata Air Comneran dan ke
puncak. Sebelum ke puncak mimin mau liat air comberan dulu, tapi saying sikon
tidak mendukung untuk sampai ke sumber mata airnya karena saat itu sepatu
mmimin jebol dan untuk sampai ke sumber mata airnya harus turun melewati jalan yang
terdapat penyempitan antara dinding bebatuan dan jalan saat itu licin karena
semalaman hukan. CATATAN: untuk ke sumber mata air comberan tidak
diperbolehkan untuk wanita yang sedang berhalangan alias datang bulanya. Mimin
tidak jadi turun. Kemudian lanjut ke puncak, sekitar kurang dari belasan meter
dari puncak teman mimin mmuntah dan tidak kuat lagi melamjutkan perjalanan. Akhinya
mimin memutuskan turun sebelum terjadi apa-apa.
INFORMASI: destnasi ini buka 24
jam ya, mimin mendaki gunung ini jam 6:30 pagi dan disarankan kepada
teman-teman yang ingin mencoba mendaki gunung tersebut bisa mendaki sekitar jam
5:30 agar bisa mendapatkan matahari terbit. Dan di gunung ini bisa untuk Panjat tebing, katanya setiap minggu ada
yang manjat tebing lohh.
MISTIS
Sepertinya tidak asik jika tidak membahas sisi mistis terkait suatu destinasi. Apakah kalian
masih ingat dengan air comberan? Di sumber mata air comberan tidak
diperbolehkan untuk wanita yang sedang dang bulan karena tempat ini merupakan
tempat sacral. “mata air itu ada penjaganya mas, dari cerita turun temurun
siapapun yang cuci muka disitu akan awet muda dan mata air itu tidak pernah
kering. Kenapa disakralkan? Karena disana ada pesantren gaib mas” tutur seorang
penjaga saat ditanyai di loket.
“Selain itu di timur puncak gunung nglanggeran terdapat kepercayaan ”
tujut kepala keluarga” menurut cerita yang beredar orang yang tinggal di
tempat tersebut tidak boleh lebih dan kurang dari tujuh kepala keluarga. Apabila
lebih maka akan ada yang meninggal dan bila ada yang kurang maka akan ada yang
sakit dan harus ditambah kepala keluarga. Jika lebih maka ada yang tinggal
dengan orang tuanya agar tidak lebih” tutur salah satu penjaga. Selain tiu,
mimin baca beberapa artikel pengalaman mendaki dari beberapa bloger katanya ada
nenek yang menjual jamu gendong dan anak kecil serta penampakan lainnya yang
ada di gunung tersebut.
BIAYA YANG HARUS DKELUARKAN
Ini merupakan bagian penting dari suatu destinasi
selain pemandangan. Biaya yang harus dikeluarkan ialah uang bensin tergantung
motor yang digunakan dan dari mana kalian, kalo mimin dari Jogja 15 ribu cukup
untuk bolak balik karena motor mimin juga hemat. Setelah itu makanan
menyesuaikan diri sendiri dan jangan lupa kalo bawa cemilan sampahnya dibawa
turun ya. Harga tiket untuk masuk ke destinasi ini terbagi menjadi beberapa
bagian, yaitu domestic dan mancanegara serta sang dan malam. Untuk domestic siang
15 ribu dan domestik malam 20 ribu/orang dan manca negara 30 ribu baik malam
maupun siang dan unruk Guide siang 70 ribu dan malam 100 ribu.
Untuk pagi dua orang+parkir menjad 32 ribu.









